by

Anggaran SAR Tahun 2021 Berkurang, Untuk Biaya Penyelamatan Nol

Anggaran SAR Tahun 2021 Berkurang, Untuk Biaya Penyelamatan Nol

TAMIANGSATU.COM [ KARANG BARU – Anggaran kebutuhan Search and Rescue (SAR) Aceh Tamiang tahun 2021 berkurang drastis hanya dialokasikan Rp 80 juta. Jumlah anggaran tersebut hanya mencukupi untuk kebutuhan sewa kantor dan honor anggota SAR Rp 145 ribu perbulan sedangkan biaya opereasional penyelamatan nol alias nihil.

Ketua SAR Aceh Tamiang, Khairul didampingi Sekretaris SAR, Surya Darma alias Dedek kepada tamiangsatu.com, Selasa (24/11/2020) mengatakan, anggaran kebutuhan SAR tahun 2021 menurun drastis hanya Rp 80 juta sehingga untuk biaya operasional penyelamatan jika terjadi musibah nol alias tidak ada sama sekali.

“Anggaran Rp 80 juta ini jika dirincikan, untuk kebutuhan sewa kantor Rp 20 juta sisanya honor 28 anggota SAR, masing-masing Rp 145 ribu perbulan selama setahun,” ujarnya.

Menurut Khairul yang akrab disapa Boy, jumlah anggota SAR sebanyak 28 orang, mereka selalu standby selama 24 jam, siap selalu kapan saja dibutuhkan dalam waktu cepat. Dengan honor Rp 145 ribu perbulan rasanya tidak pantas dan tidak manusiwi, terlebih lagi mereka punya keluarga dan menyita waktunya di SAR dengan taruhan nyawa.

Sedangkan untuk biaya operasional penyelamatan seperti orang tenggelam, pohon tumbang, orang hilang dihutan yang sering terjadi di Aceh Tamiang sama sekali tidak ada anggaran pada tahun 2021 ini.

Dari pengalaman selama ini melakukan aktifitas penyelamatan, setiap tahun puluhan penyelamatan dilakukan SAR. Pada tahun 2020 saja, ada sekitar 32 penyelamatan yang dilakukan SAR ditambah lagi masa pandemi menjaga lokasi wisata.

Baca :Wabup Aceh Tamiang Minta Muzakki Salurkan ZIS Melalui Baitul Mal

Baca :5.137 Pelajar SLTA Dapat Pembekalan Tertib Berlalu lintas

Baca :Pandemi Covid-19, MTQ Aceh Tamiang Dilakukan Secara Daring

Baca : Khutbah Jumat : Malapetaka Bernama Lisan

Untuk itu, pihaknya berharap DPRK Aceh Tamiang dapat mengoptimalkan anggaran kebutuhan SAR seperti tahun 2020 sebesar Rp 500 juta sehingga operasi penyelamatan dapat terus dilakukan.

“Kita ini daerah alirang sungai hampir setiap tahun menghadapai dampak bencana alam dan resiko kemanusiaan lainnya,” pungkas Ketua SAR Aceh Tamiang, Boy (*).       

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita