by

Awas Kena Tipu, Ponsel Ilegal Masih Berkeliaran

Awas Kena Tipu,  Ponsel Ilegal Masih Berkeliaran

TAMIANGSATU.COM – Bagi kamu yang memiliki Hand Phone ilegal  karena beli di pasar gelap (Black Market) awas kena tipu karena Hp kamu bisa saja di blokir oleh pemerintah karena IMEI HP Kamu tidak terdaftar di pemerintah.

Memamg regulasi pemerintah akan memberlakukan pemblokiran IMEI HP Ilegal ini pada Agustus kemarin, namun rencana tersebut diundur tapi pastinya kamu harus tetap hati-hati karena pemerintah sudah mewacanakan pemblokiran  IMEI HP Ilegal. Kapan pelaksanaanya belum dapat bocoran lagi dari pemerintah.

Pasalnya, ponsel BM (black market) yang masuk ke dalam negeri sudah lebih dari batas wajar, sudah  mencapai 10 juta ponsel per tahun. Dengan terlambatnya penerapan sistem IMEI, dikhawatirkan jumlahnya bisa meningkat.

Selama ini, Indonesia digempur banyaknya ponsel BM. Dengan angka penyelundupan sekitar 10 juta ponsel ilegal, sementara, pasar di dalam negeri hanya berjumlah 40 juta per tahun. Artinya, 25% ponsel yang beredar disinyalir merupakan barang ilegal. Sehingga aturan pemblokiran HP sangat diharapkan pengusaha dalam negeri.

“Jika diberlakukan efektif, harapan nggak ada lagi ponsel BM masuk. Harapannya 0, karena semua proses dagang mengikuti proses aturan yang berlaku di Indonesia,” ujar Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Hasan Aulia kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/9/2020)

Sementara Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) Ali Soebroto Oentaryo menilai, adanya ponsel BM di dalam negeri sagat mengganggu. Apalagi, industri dalam negeri juga harus mematuhi penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), sementara ponsel BM bisa seenaknya masuk ke dalam negeri.

“Langkah selanjutnya dari Asosiasi bagaimana meningkatkan penggunaan komponen lokal yang hanya bisa direalisasikan dengan pengembangan pasar ke regional dan selanjutnya global, tanpa volume peningkatan penggunaan komponen dalam negeri tidak mungkin ditingkatkan,” sebut Ali.

Saat ini ada halangan ponsel BM, yang berarti volume Industri tergerus, padahal volume ini sangat membantu sebagai batu loncatan untuk masuk ke pasar regional dan selanjutnya,” katanya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment