by

Banjir dan Longsor Menerjang Abdya

Banjir dan Longsor Menerjang Abdya

TAMIANGSATU.COM [ ACEH BARAT DAYA – Akibat meluapnya sungai setempat sembilan desa di Acah Barat Daya (Abdya) diterjang banjir dan longsor.   

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut, peristiwa banjir sedalam setengah meter akibat cuaca ekstrem, Rabu (24/9/2020).

“Siang tadi sekitar pukul 13.10 WIB, terjadi banjir merendam delapan desa, dan longsor satu titik menimbun badan jalan lintas nasional satu desa di Abdya (Aceh Barat Daya),” ucap Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi, seperti dikutip acehsatu dari laman Antara.

Ia menerangkan, bencana banjir merendam rumah penduduk dengan kedalaman berkisar 30 hingga 50 centimeter melanda delapan desa, yakni Mata Le dan Alue Mangota di Kecamatan Blangpidie.

Kemudian tiga desa di Kecamatan Tangan-tangan, yakni Gunung Cut, Padang Kawa, dan Blang Padang. Lalu dua desa di Kecamatan Manggeng, yaitu Tokoh I, dan Padang, serta Desa Tokoh II di Kecamatan Lembah Sabil.

“Akibat longsoran pada badan jalan nasional di Desa Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, sempat tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor,” tuturnya.

Ia menyebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Daya telah menurunkan tim reaksi cepat untuk meninjau langsung kondisi banjir yang terjadi.

Selain itu, tim ini juga langsung menurunkan alat berat untuk membersihkan berbagai material tanah longsor yang menimpa jalan nasional di Desa Gunung Samarinda.

“Untuk korban terdampak, pengungsi, dan korban jiwa masih dalam pendataan tim BPBD Abdya. Hingga kini banjir masih menggenangi rumah warga di beberapa kecamatan,” jelas Sunawardi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh terus mengeluarkan peringatan dini cuaca di Provinsi Aceh yang berlaku hari ini hingga pukul 23.30 WIB.

“Masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan sekitarnya,” ungkap prakirawan.

“Kondisi ini dapat meluas ke Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, dan sekitarnya yang diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 23.30 WIB,” kata prakirawan BMKG Aceh. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita