by

Bupati Aceh Tamiang : Sekolah Aktif Dengan Penerapan Prokes Covid-19

 Bupati Aceh Tamiang : Sekolah Aktif  Dengan Penerapan Prokes  Covid-19 

TAMIANGSATU.COM [ TENGGULUN – Bupati Aceh Tamiang, Mursil menyatakan sekolah tatap muka akan aktif kembali Januari tahun 2021 dengan menerapakan protokol kesehatan (Prokes) dan menjalankan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Hal ini diungkapkan Bupati saat melakukan pertemuan dengan Para datok Penghulu Kampung Kecamatan Kejuruan Muda, Manyak Payed dan Kota Kualasimpang di objek wisata Gunung Pandan, Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Selasa (8/12/2020)

Pertemuan dengan 63 kepala desa itu dilakukan Bupati untuk mengetahui secara langsung permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah kampung di Aceh Tamiang, yang juga dihadiri para kepala dinas dilingkungan Pemkab Aceh Tamiang.

Pertemuan tersebut juga menerapkan Prokes 3M. Berkaitan dengan 3M Bupati juga menyatakan, pada Januari 2021, Belajar Tatap Muka  (BTM) akan aktif seperti sediakala dengan menerapkan Protokol Covid-19 3M sesuai dengan arahan Mendikbud RI.

Masih dalam ranah Covid-19, Mursil juga menjelaskan mengenai pemberian vaksin Covid-19, bahwa Vaksin sebanyak 1,2 juta pemberian perdana diberikan kepada tenaga medis, TNI dan Polri terlebih dahulu.

“Datok Penghulu Kampung (Kades) agar menyampaikan kepada warga bahwa vaksin ini tidak berbahaya namuan sebaliknya vaksin untuk mencegah warga terserang Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia maka vaksin yang ada masih jauh dari mencukupi, akan tetapi Insya Allah kedepannya kebutuhan vaksin ini akan segera dapat terpenuhi.

Untuk itu masyarakat juga tidak perlu takut dengan vaksin ini, karena sebelum vaksin ini di distribusikan untuk masyarakat, terlebih dahulu vaksin tersebut telah melalui berbagai proses pengujian sehingga aman untuk digunakan.

Insfrastruktur

Bupati Aceh Tamiang, Mursil dihadapan kepala desa tiga kecamatan itu juga mengungkpakan dampak Covid-19 yang membuat banyaknya pembangunan infrastruktur di Aceh Tamiang yang tidak terealisasi.

“Pandemi ini, mengharuskan pemerintah pusat memotong seluruh anggaran berkaitan dengan pembangunan dan dialihkan untuk penanganan dampak Covid-19”, ujar Bupati.

Meskipun begitu, Mursil mengaku tidak tinggal diam dan berputus asa. Berbagai cara dan celah Ia telusuri, agar pembangunan infrastrutur di Bumi Muda Sedia tetap berjalan walaupun merangkak, namun ada dan hadir untuk Masyarakat Aceh Tamiang.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya bersama Wabup sedang fokus menata Kota Kualasimpang. Meski begitu, bukan berarti di wilayah lainnya tidak dibangun.

Karena dampak pandemi ini, Mursil berharap masyarakat bisa lebih bersabar, karena usulan pembangunan baru bisa tertampung di tahun 2022, sementara ditahun 2021 anggaran pembangunan infrastruktur masih digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Kita tahu beberapa kampung jalannya rusak parah terlebih di musim penghujan ini. Untuk itu dikarenakan anggaran pembangunan tidak ada kita cari solusi lainnya, mungkin bisa dengan anggaran desa untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Mursil lagi.

Pertemuan Datok Penghulu Kecamatan Kejuruan Muda, Manyak Payed dan Kota Kualasimpang di objek wisata Gunung Pandan, Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Selasa (8/12/2020)

Pemerintah Daerah dalam hal ini lanjut Mursil, siap membantu untuk meminjamkan alat berat yang ada di Dinas PUPR untuk melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur yang rusak.

Baca :Mursil Minta BPN Inventarisis Kebutuhan Tanah Pemerintah

Baca :Mursil : Urus Data Kependudukan “Dokumen Beres Tidak Pakai Uang”

Baca :Mursil Turun Tangan HGU Diberikan, Masjid Rimbang Sawang Dibangun

Baca : Serahkan 1910 Sertifikat Tanah, Mursil : Jangan Gadaikan Untuk Hal Tidak Penting

Bupati uga menyinggung terkait kenaikan gaji Datok Penghulu serta perangkat kampung di tahun 2021. Namun untuk Mukim Kampung, Bupati Mursil mengatakan telah berkoordinasi dengan Wali Nanggroe agar bisa menaikkan gaji dan membuat usulan program-program kegiatan untuk masyarakat, karena Mukim dibawah naungan Wali Nanggroe.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan Bupati Mursil bersama beberapa Kepala OPD berhasil menampung beberapa persoalan, keluhan dan kendala yang ada disetiap kampung dari tiga kecamatan tersebut.

Beberapa persoalan yang disampaikan datok ,

  • Infrastruktur jalan di Kampung Tanjung Mancang,
  • Jembatan di Kampung Pangkalan pada Kecamatan Kejuruan Muda.
  • Timbunan tanah parit yang telah di korek tapi tidak diangkut oleh kontraktor.
  • Lubang bekas pengerukan jaringan gas yang belum ditimbun kembali.
  • Infrastruktur jalan seperti jalan penghubung kampung ataupun kemukiman. Seperti jalan Kampung Tanjung Genteng yang harus melewati areal perkebunan dan belum pernah dilakukan perbaikan.
  • Mukim Raja Tuha memohon agar di bangun saluran air untuk irigasi dan pembangunan beberapa ruas jalan yang rusak.
  • Datok dari Alur Selebu menyampaikan mengenai abrasi sungai Tamiang yang telah menyebabkan rumah warga hanyut. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita