by

Dilema Memilih Ngotrak Atau Beli Rumah Disaat Bujet Terbatas

TAMIANGSATU.COM–Banyak hal yang harus diperhatikan disaat mengelola keuangan bulanan kita. Jangan sampai salah dalam pengelolaan malah akan berakibat buruk diakhir bulan.

Pengeluaran yang tak terkontrol dan keinginan yang tak bisa dikendalikan sehingga diawal bulan sudah menghabiskan sebagian besar dari pendapatan bulanan. Sudah pasti kita semua tidak mau hal tersebut terjadi.

Di tengah pandemi Covid-19, sepertinya banyak orang yang dilema akan kebutuhan pokok, seperti tempat tinggal. Meski begitu terlihat hampir mustahil untuk membeli rumah dengan gaji atau bujet hidup yang terbatas.

Mau tidak mau pilihan terletak pada sewa rumah atau kredit rumah agar impian terwujud. Lalu bagaimana jika Anda hanya bergaji Rp 5 juta perbulan dan pertimbangan apa saja yang harus dipilih?

Sebelum Anda membeli rumah, maka ketahui beberapa hal di bawah ini.

1. Jangan beli rumah “tanpa tujuan”

Kebutuhan pokok berupa “papan” atau hunian memang wajib dipenuhi. Tapi, bukan berarti Anda “wajib membeli” rumah saat ini juga.

Tentukan tujuan Anda untuk mencicil rumah. Apakah untuk menjadikannya sebagai tempat tinggal atau investasi.

2. Jangan beli rumah karena hawa nafsu

Membeli rumah dengan cara kredit membutuhkan komitmen untuk jangka waktu yang lama. Butuh kesiapan yang sangat matang secara finansial jika Anda memang memutuskan untuk mengkredit.

Jangan membeli karena dorongan hawa nafsu atau karena khawatir karena orang-orang dengan penghasilan sama seperti kita, atau yang “usianya” seangkatan dengan kita, sudah berhasil membeli rumah pertama.

Bila saat ini dana belum tersedia, maka buatlah target dalam beberapa tahun ke depan untuk membeli rumah.

3. Pastikan kuat secara finansial jika mau mencicil

Kuat secara finansial tidak diukur dari kemampuan seorang membeli rumah secara tunai sekaligus. Hal itu harus mengacu pada nilai rasio-rasio keuangan pribadi orang yang bersangkutan.

Rumah tidaklah murah, dan membeli rumah secara kredit membutuhkan komitmen untuk jangka panjang. Oleh karena itulah, kondisi finansial Anda harus kuat.

Sebelum mengajukan kredit pemilik rumah (KPR) ke bank maupun lembaga pemberi pinjaman, pastikan bahwa Anda memiliki dana darurat, aset lancar, utang dalam batas wajar dan asuransi jiwa.

4. Cicilan per bulan tidak lebih dari 35% penghasilan

Agar keuangan Anda sehat, usahakan agar cicilan per bulan yang Anda bayarkan untuk KPR maksimal adalah 35% penghasilan. Bila penghasilan bersih Anda adalah Rp 5 juta, maka cicilan per bulan maksimal yang bisa dibayar adalah Rp 1,75 juta.

Usahakan untuk menyediakan dana darurat terlebih dulu sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk mengambil KPR.

Ketika Anda belum memiliki kondisi finansial yang kuat, seperti yang tertera di poin sebelumnya, dan Anda tinggal di lokasi yang jauh dari tempat kerja, serta membutuhkan hunian tempat tinggal selama satu tahun atau lebih, mengontrak merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan untuk sementara waktu.

Demi kenyamanan beraktivitas sehari-hari, sebenarnya, tidak ada salahnya untuk mengontrak dulu sembari mengumpulkan dana membeli rumah dalam beberapa tahun ke depan. Namun pertimbangkanlah beberapa hal berikut ketika mengontrak:

1. Anda harus tahu sampai kapan akan mengontrak

Jangan terlalu cepat memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah sebelum Anda tahu berapa lama estimasi anda tinggal di kontrakan dan di tahun berapa Anda akan mulai membeli atau mencicil rumah.


Seperti yang dijelaskan di atas, mengontrak dan mencicil sama-sama akan menciptakan pengeluaran pasif. Namun mengontrak tidak akan disertai dengan penambahan aset.

Terlalu lama mengontrak hanya akan menambah pengeluaran Anda.

2. Harga sewa kontrakan Anda <½ dari penghasilan tahunan

Dengan penghasilan bulanan Rp 5 juta, maka jika disetahunkan penghasilan Anda adalah Rp 60 juta. Maka carilah kontrakan yang biaya sewanya di bawah Rp 30 juta per tahun (di bawah setengah dari gaji tahunan). Semakin murah tentunya semakin baik.

Ketika biaya sewa kontrakan dalam setahun adalah ½ dari penghasilan tahunan Anda, maka Anda akan kesulitan berinvestasi untuk tujuan jangka pendek, menengah, atau panjang. Kecuali, pengeluaran bulanan Anda memang tidak besar atau hanya berkisar 30% dari penghasilan bulanan.

3. Kontrakan Anda tidak jauh dari tempat kerja atau aktivitas

Ketika lokasi kontrakan Anda jauh, sebut saja 25 km dari tempat aktivitas Anda, maka uang transportasi yang harus dipersiapkan menjadi semakin besar. Belum lagi, kenyamanan Anda pun terganggu.

Kontrakan nyaman dengan harga murah dan sesuai bujet untuk mereka yang bergaji Rp 5 juta, cukup banyak di wilayah tertentu di Ibu Kota. Yang pasti, bukan daerah elite. Bagi mereka yang saat ini masih harus bekerja di luar rumah, maka pastikan saja bahwa jarak antara kontrakan dan tempat kerja tidak lebih dari 20 km.

sumber:CNBC Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *