by

Kampung Balai Dukung BUMK Bentuk Unit Usaha Simpan Pinjam

-Bendahara-430 views

” Setelah BUMK melalui Unit Usaha Simpan Pinjam diberikan modal, maka harus disertai dengan regulasinya terutama dengan regulasi pembentukan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan dengan sistem tanggung renteng. Tanggung Renteng merupakan sistem yang mengikat satu sama lain diantara anggota kelompok,” 
Datok Penghulu Kampung Balai, M. Nuh 

LAPORAN : ERWAN
TAMIANGSATU.COM | BENDAHARA —  Datok Penghulu Kampung Balai Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang M. Nuh mendukung Program Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn untuk mengaktifkan BUMK setiap kampung dengan membuka Unit Usaha Simpan Pinjam.

M. Nuh kepada Tamiangsatu.com mengatakan sesuai dengan arahan Bapak Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.Kn pada Rapat Rutin Pemerintah Kampung Dalam Kabupaten Aceh Tamiang untuk Kecamatan Banda Mulia dan Bendahara di Aula Kantor Camat Banda Mulia, Jumat lalu mengaktifkan BUMK setiap kampung, pihaknya sangat mendukung program tersebut

” Ini salah satu solusi dalam membantu masyarakat agar tidak terjerat terlampau jauh dengan para ‘Rentenir Berkedok Koperasi’ yang selama ini terus menjalankan usahanya disetiap kampung,” sebut M. Nuh, Selasa (23/6/2020) di kantornya.

Baca juga https://tamiangsatu.com/atasi-rentenir-mursil-aktifkan-bumk/

M. Nuh yang akrab disapa Tok Nuh ini telah sepakat dengan pihak Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) untuk membuat larangan ‘Renternir Berkedok Koperasi’ dilarang masuk Kampung Balai.

” Keprihatinan Bapak Bupati H. Mursil terhadap maraknya ‘Renternir Berkedok Koperasi’ menjalankan usahanya dikampung – kampung harus kita dukung dengan kerja nyata perangkat kampung dengan membuat Spanduk larangan atau wajib lapor kepada petugas koperasi yang selama ini keluar masuk kampung,” ujarnya
Kemudian sambung Tok Nuh dengan mengaktifkan BUMK merupakan solusi yang baik untuk memberikan bantuan Simpan Pinjam kepada masyarakat yang selama ini terjebak kepada para rentenir.

” Setelah BUMK melalui Unit Usaha Simpan Pinjam diberikan modal, maka harus disertai dengan regulasinya terutama dengan regulasi pembentukan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan dengan sistem tanggung renteng. Tanggung Renteng merupakan sistem yang mengikat satu sama lain diantara anggota kelompok,” urai Tok Nuh.

Kerja nyata tersebut sambung M. Nuh pihaknya telah sepakat dengan MDSK akan menghimbau berupa spanduk tentang larangan atau wajib melapor kepada para petugas koperasi yang selama ini beraktivitas di kampungnya.

” Spanduk untuk para ‘Rentenir Berkedok Koperasi’ agar tidak menjalankan usahanya atau kepada petugas yang menjalankan bisnis tersebut wajib melapor.  Setidaknya dengan kita membuat spanduk larangan atau wajib lapor. Kita akan dapat mengetahui berapa masyarakat kita yang terjerat dengan para rentenir tersebut,” jelas M. Nuh 

M. Nuh  juga mendukung Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur yang menyatakan ‘Renternir Berkedok Koperasi di Aceh Tamiang harus ditutup.

Baca juga https://tamiangsatu.com/muhammad-nur-rentenir-berkedok-koperasi-harus-ditutup/

” Saya sebagai Datok Penghulu Kampung Mesjid Sungai Iyu sangat mendukung sekali penegasan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur,” sebut Wak Keng sembari menambahkan mulai besok akan dipasang spanduk di sejumlah titik tentang Larangan ‘Renternir Berkedok Koperasi’ di Kampung Mesjid Sungai Iyu

Sementara itu Ketua Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) Kampung Balai juga mengatakan pihak juga akan menyuarakan agar perangkat kampung lainnya juga ikut andil dalam himbauan atau spanduk tentang bahayanya terjerat rentenir.

” Sebetulnya kalau kita semua sepakat dengan membuat himbau atau larangan serta bahayanya terjerat rentenir disetiap pintu masuk kampung, dengan sendirinya aktivitas mereka akan tidak leluasa menjalankan usahanya,” jelas Hasan Basri.

Dirinya juga mencontohkan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) – PPK dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat dalam bentuk kelompok perempuan dengan jangka waktu setahun dengan jasa 12 persen pertahun.

” Saya sangat setuju BUMK membuka Unit Usaha Simpan Pinjam. Ya modelnya kita contoh seperti Kelompok SPP – PPK yang dikelola oleh UPK” sebutnya mengakhiri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita