by

Kepala MIN Bendahara Mengundurkan Diri Karena Tidak Nyaman

TAMIANGSATU.COM [BANDAMULIA – Kepala MIN 5 Banda Mulia, Fatimah mengundurkan diri dari kepala sekolah dibawah Kementerian Agama RI diduga lasannya karena warga tidak nyaman, sedangkan kepala sekolah peganti sedang diproses surat keputusan pengangkatan kepala sekolah tersebut.

“Kami sudah menunjuk Plh Kepala MIN 5 Banda Mulia setelah kepala madrasah yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tamiang, Fadli  usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota dewan di ruang Komisi I DPRK Aceh Tamiang. Selasa (27/9/2022)

Rapat dengan pendapat Komisi I DPRK Aceh Tamiang dipimpin Ketua Komisi I, Muhammad Irwan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Banda Mulia dan komite madrasah. Dalam RDP tersebut warga menuntut pergantian kepala sekolah MIN tersebut dengan alasan masyarakat tidak nyaman.

 “Masalahnya sudah selesai. Perlu diganti, sudah kita usul tapi masyarakat menuntut kembali seolah-olah kita tidak tepati janji. Padahal tidak, sudah kita usul tapi SK-nya belum keluar,” ujar Kakan Kemenag Aceh Tamiang ini.

Baca : Tamiang Mulai Bahas Kurikulum muatan Lokal

Dijelaskan Fadli,  dasar mantan Kepala MIN 5 Banda Mulia Fatimah mengundurkan diri karena terjadi kesalah pahaman dengan masyarakat setempat termasuk komite sekolah/madrasah. Fatimah ditengarai sering menegur guru-guru dan siswa yang terlambat masuk ke madrasah.

Ada juga laporan komite merasa tidak dihargai oleh Kepala MIN 5 Banda Mulia tersebut. 

“Memang masalahnya dengan komite, tidak cocok dengan komite dan persatuan guru di situ. Komite seharusnya sebagai perantara madrasah tapi tidak difungsikan, mungkin ada hal-hal lain yang kurang nyaman jadi kita ganti,” jelas Fadli lagi

Menutrut Fadli pihaknya sudah menunjuk Plh Kepala MIN 5 Banda Mulia yang baru. Sementara Fatimah sudah resmi mengundurkan diri dari kepala madrasah namun akan tetap hadir ke MIN 5 untuk absensi sebagai guru biasa sebelum ada SK penempatan yang baru.

Baca : 90 Sekolah di Aceh Tamiang Manfaatkan Konsultasi Belajar di Masjid

“Kita tunggu proses SK-nya keluar untuk penempatan beliau. Ibu Fatimah sudah membuat surat pengunduran diri ditandatangani di atas materai dan ini kami agendakan di kantor Kemenag,” tukas Fadli.

Wakil Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri menilai permasalahan yang terjadi di MIN 5 Banda Mulia hanya miskomunikasi antara kepala madrasah dan komite.

Pasca komunikasi tersebut, anggota dewan ini  berharap Kemenag benar-benar menempatkan sosok Plh yang diterima oleh masyarakat setempat.

kemenag
Kantor Kemenag Aceh Tamiang

“Jadi intinya karakter seorang Plh harus bisa diterima oleh masyarakat Banda Mulia sesuai kultur di sana,” saran Zikri.

Baca : Ulama Kahrismatik Aceh Meninggal Dunia, Abu Tumin Dimakamkan di Komplek Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh

Klarifikasi Tudingan

Sementara itu mantan Kepala MIN 5 Banda Mulia, Fatimah dalam RDP tersebut mengklarifikasi tudingan warga yang menyudutkannya di madrasah tersebut di antaranya, menghina fisik siswa, terjadi disharmonisasi dengan masyarakat dan tidak berakhlak.

“Guru yang terlambat wajar kan, saya tegur, TU yang tidak hadir tanpa keterangan wajarkan saya bertanya. Kemudian bila dikatakan saya tidak berakhlak oleh komite dari segi apanya?.  Sementara hubungan dengan masyarakat bila ada acara hajatan maupun kemalangan/musibah di masyarakat kami selalu datang,” sanggah Fatimah (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.