by

Lahan Relokasi Pasar Upah Mulai Dibersihkan

Lahan Relokasi Pasar Upah Mulai Dibersihkan

TAMIANGSATU.COM [ BENDAHARA – Pemkab Aceh Tamiang mulai melakukan pembersihan lahan relokasi Pasar Tradisional Upah, Kecamatan Bendahara dengan melakukan penumbangan pohon sawit.   

Hari ini kita lakukan penumbangan pohon sawit yang berada dalam kawasan relokasi seluas lima rante,” sebut Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar, Senin ( 12/10/2020)

Menurutnya, relokasi ini dilakukan karena kondisi Pasar Upah tidak memungkinkan lagi  dikembangkan, selain macet, tidak memiliki parkiran dan sebagian besar padagang juga menggunakan sebagain badan jalan untuk menggelar dagangan.

“Relokasi pajak ini akan ditangani tiga kampung Upah dan Kampung Perkebunan Upah serta Kampung Simpang Empat Kecamatan Karang Baru,” sebut Fakhrurrazi.

Sementara itu Datok Penghulu Kampung Upah Kecamatan Bendahara, Khairul Adami mengatakan perjuangan untuk merelokasi Pajak Upah tersebut dimulai pada tahun 2018 melalui Musrenbang kecamatan hingga tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah hari ini upaya ini telah membuahkan hasil. Terima kasih kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil yang telah mengusahakan lahan HGU PT. Surya Mata Ie yang memberikan izin pinjam pakai untuk lahan pembangunan Pasar Upah,” sebutnya.

Dilokasi penumbangan pohon sawit itu juga terlihat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Saipul Sopyan. Ia berharap dengan dilakukan relokasi ini akan membawa perubahan terutama terkait kemacetan dan paling utama adalah membawa perubahan ekonomi bagi para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan lintas kecamatan tersebut.

“Saat ini lahan seluas lima rante ini akan dibangun secara bersama oleh tiga kampung. Tapi kedepannya ini akan kita anggarkan pembangunannya melalui APBK Aceh Tamiang. Insyaallah tahun depan kita ajukan anggarannya,”  Pungkas Sayaipul

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang rencananya akan melakukan relokasi Pasar Tradisonal Upah  ke lokasi baru lahan HGU milik perusahaan Perkebunan PT Surya Mata Ie  (Grup Mapoliraya) di Kampung Perkebunan Upah, Kecamatan Bendahara yang berjarak sekitar setengah kilo dari pasar yang ada saat ini.

Relokasi ini dilakukan karena kondisi pasar upah yang ada saat ini padat sehingga mengganggu arus stranportasi di daerah itu karena sebagian besar pasar Upah ini tidak memilik lahan parkir dan mulai dikeluahkan warga.    

“Kita semua tahu, di Simpang Empat Upah itu selalu menimbulkan kemacetan yang parah. Kemacetan itu disebabkan karena tidak ada lahan pakir bagi kendaraan pengunjung pasar, dan hal ini diperparah banyaknya pedagang yang tidak memiliki kios yang berjualan di bahu jalan”, ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil kepada tamiangsatu.com, Rabu (7/10/2020).

Menurut Mursil, kondisi ini sudah tidak mungkin dipertahankan lagi namuan kita lakukan penataan yang lebih baik dengan cara merelokasi pasar ini khusunya pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan karena tidak mempunyai lapak.

Rencananya lanjut Bupati, di lahan seluas dua hektare itu akan dibangun 75 kios untuk menampung pedagang yang direlokasi sehingga mereka tidak was-was dengan pengguna jalan dan konsumen juga lebih mudah berbelanja karena arealnya luas dan memiliki lahan parkir.

“Kios yang dibangun tipe 3×4  dan akan dibangun secara bertahap, tahap pertama awal tahuan depan akan dibangun  25 unit kios dulu, sisa kios lannya dan saran pendukung akan dibangun pada tahap berikutnya,” jelas Bupati.

Baca :Pasar Upah Aceh Tamiang Akan Direlokasi

Baca :Dari 30 Kios Pasar Buah yang Dibangun Dengan Dana CSR Baru 10 Terisi

Baca :Anggota DPRK Turun ke Pasar, Pedagang Tak Jadi Digusur

Baca :“Nyak-nyak” Pasar Peunayong Dapat Jatah Masker Dari Dirlantas Aceh

Lahan Reloksi Sudah Dintinjau

Bupti Aceh Tamiang, Mursil ternyata jauh hari  teparnya pada Maret 2018 sudah melakukan peninjauan lahan seluas dua hektare yang akan dimanfaatkan untuk relokasi Pasar Tradisonal Upah  di Kampung Perkebunan Upah.

Dalam penjaun itu Bupati juga mengikut sertakan Asisten Administrasi Umum, Kadis Koperindag, Ketua Komisi A DPRK, Kabag Umum Setdakab, Kabag Tapem Setdakab, Camat Bendahara, Datok PerkebunanUpah dan Mukim Upah Hulu.

Ketika itu Bupati mengatakan, pembangunan  Pasar Tradisional Upah akan diupayakan  anggran dari Kementrian Perindustrian.

“ Pasar Tradisional tersebut sangat cocok di lahan relokasi tersebut selain tidak terlau jauh dengan pasar yang ada sekarang juga berada di jalan utama menuju Sungai Yu  dan lokasinya  juga berada di persimpangan jalan elak upah sehingga banyak alternatif jalur  warga ke Pasar Upah ini,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil ketika itu (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita