by

Mie Berformalin Ditemukan di Bireun

Mie Berformalin Ditemukan di Bireun

TAMIANGSATU.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sebanyak 300 kilogram (kg) lebih mi basah di sejumlah pedagang di Kompleks Pasar Matang Geulumpang Dua Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang diduga mengandung formalin dan boraks.

Formalin, dikenal dengan nama lain air super, merupakan zat yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, pembunuh kuman, perekat kayu lapis, serta disinfektan kandang hewan. Bentuknya adalah larutan jernih berbau menyengat. Jika Anda mengonsumsinya dalam jangka panjang maka ancaman kesehatan seperti kanker, kerusakan otak, hati, dan paru-paru bisa saja menghantui.

Sedangkan borak berupa serbuk kristal berwarna putih atau padatan berwarna kuning ini biasa digunakan untuk mengawetkan kayu. Selain itu, boraks biasa dicampurkan dalam pembuatan kaca/gelas serta produksi pupuk.

Pedagang jahil sering memasukkannya dalam ramuan makanan seperti baso atau mie agar bertekstur kenyal. Padahal, efek jangka panjang dari boraks sebagai bahan pangan dapat membahayakan fungsi saraf, ginjal, dan juga hati.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Bireuen Aceh, Azhar, dilansir Antara, Rabu (31/3/2021) mengatakan, ada sekitar 300 kilogram mi basah yang kami amankan dari sejumlah pedagang di Pasar Matang Geulumpang Dua Bireuen.

ilustrasi : uji borak dan formalin

Azhar mengatakan mi mengandung formalin itu ditemukan setelah tim gabungan terdiri dari Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Aceh, Polda, Dinas Kesehatan Bireuen, Disperindagkop UKM dan Polres Bireuen melakukan razia ke daerah ini. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan sampel di empat pengusaha mie basah di daerah ini.

Azhar menyebut lokasi temuan tersebut berada di Kompleks Pasar Ikan dan Kompleks Terminal Matang Geulumpang Dua Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

Saat menemukan adanya dugaan pelanggaran oleh sejumlah pedagang karena diduga menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks, Azhar mengatakan pemerintah daerah telah mengambil tindakan tegas berupa teguran kepada pedagang yang diduga melanggar.

“Untuk sementara pedagang yang nakal ini kita beri sanksi teguran, agar ke depan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama,” kata Azhar.

Azhar menegaskan jika ke depan para pedagang masih terdapat melakukan pelanggaran yang sama, maka dipastikan para pedagang yang melanggar akan dibawa ke ranah hukum (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *