by

Pantun Warisan Budaya Takbenda Indonesia-Malaysia

TAMIANGSATU.COM – Sebagai anak negeri, sejak dibangku sekolah sudah mempelajari pantun yang merupakan warisan budaya bangsa.

Budaya berpantun bisa kita temui dibeberapa wilayah Indonesia. Beberapa suku bangsa di Indonesia seperti contohnya Melayu, Betawi menjadikan pantun sebagai bahasa pengantar keseharian mereka.

Belum lama ini UNESCO atau United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization telah menentukan status pantun di jajaran warisan budaya dunia. UNESCO menetapkan pantun sebagai warisan budaya takbenda.

Pengumuman pantun sebagai warisan budaya takbenda diumumkan UNESCO lewat akun Twitter mereka, @UNESCO, Jumat (18/12/2020). UNESCO memberikan selamat kepada Indonesia dan Malaysia.

Pantun, sebuah syair Melayu yang berima dalam lagu dan tulisan, baru saja ditorehkan ke dalam daftar #WarisanTakbenda,” tulis UNESCO.

“Selamat #Indonesia dan #Malaysia,” imbuh UNESCO dalam pernyataan mereka.

Adapun ciri-ciri pantun terdiri dari 4 baris, setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata. Pantun memuat sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b.

Sebelumnya diberitakan, jadwal persidangan pantun oleh UNESCO sempat diungkap oleh Kepala Subdirektorat Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Binsar Simanullang, saat berkegiatan di Sleman, Yogyakarta, tahun lalu.

“Sekarang ini lagi berproses. Tahun 2019 ini ada pencak silat sudah kita ajukan dan nanti Desember ini akan disidangkan di Bogota, Kolombia. Kemudian tahun 2020 ada pantun. Kita sudah usulkan pantun dan akan disidangkan tahun 2020,” jelasnya, Selasa (5/11/2019).

“Pantun kita usulkan bersama-sama dengan Malaysia, jadi (pantun) usulan bersama dengan Malaysia. Pantun akan disidangkan tahun 2020. Selanjutnya tahun 2021 kami juga sudah mengusulkan gamelan, itu akan disidangkan tahun 2021,” lanjutnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita