by

Pasar Upah Aceh Tamiang Akan Direlokasi

Pasar Upah Aceh Tamiang Akan Direlokasi

TAMIANGSATU.COM [ BENDAHARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang rencananya akan melakukan relokasi Pasar Tradisonal Upah  ke lokasi baru lahan HGU milik perusahaan Perkebunan PT Surya Mata Ie  (Grup Mapoliraya) di Kampung Perkebunan Upah, Kecamatan Bendahara yang berjarak sekitar setengah kilo dari pasar yang ada saat ini.

Relokasi ini dilakukan karena kondisi pasar upah yang ada saat ini padat sehingga mengganggu arus stranportasi di daerah itu karena sebagian besar pasar Upah ini tidak memilik lahan parkir dan mulai dikeluhkan warga.     

“Kita semua tahu, di Simpang Empat Upah itu selalu menimbulkan kemacetan yang parah. Kemacetan itu disebabkan karena tidak ada lahan pakir bagi kendaraan pengunjung pasar, dan hal ini diperparah banyaknya pedagang yang tidak memiliki kios yang berjualan di bahu jalan”, ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil kepada tamiangsatu.com, Rabu (7/10/2020).

Baca : Anggota DPRK Turun ke Pasar, Pedagang Tak Jadi Digusur

Baca :Ini Dia, Lokasi Pasar Murah di 23 Kabupaten Kota se Aceh

Baca :Jambo Rambong Sosialisasi Bahaya Covid-19 di Pasar Pekanan

Baca :Kesadaran Warga Masih Rendah, Dirlantas Kembali Bagi Masker di Pasar

Menurut Mursil, kondisi ini sudah tidak mungkin dipertahankan lagi namun kita lakukan penataan yang lebih baik dengan cara merelokasi pasar ini khusunya pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan karena tidak mempunyai lapak.

Rencananya lanjut Bupati, di lahan seluas dua hektare itu akan dibangun 75 kios untuk menampung pedagang yang direlokasi sehingga mereka tidak was-was dengan pengguna jalan dan konsumen juga lebih mudah berbelanja karena arealnya luas dan memiliki lahan parkir.

“Kios yang dibangun tipe 3×4  dan akan dibangun secara bertahap, tahap pertama awal tahun depan akan dibangun 25 unit kios dulu, sisanya dan sarana pendukung akan dibangun pada tahap berikutnya,” jelas Bupati.

Lahan Reloksi Sudah Ditinjau

Bupati Aceh Tamiang, Mursil ternyata jauh hari, tepatnya pada Maret 2018 sudah melakukan peninjauan lahan seluas dua hektare yang akan dimanfaatkan untuk relokasi Pasar Tradisonal Upah di Kampung Perkebunan Upah.

Dalam peninjauan itu, Bupati juga mengikut sertakan Asisten Administrasi Umum, Kadis Koperindag, Ketua Komisi A DPRK, Kabag Umum Setdakab, Kabag Tapem Setdakab, Camat Bendahara, Datok Perkebunan Upah dan Mukim Upah Hulu.

Baca : Tamiang Larang Padi Dijual Keluar Daerah, Apa Alasannya

Ketika itu Bupati mengatakan, pembangunan  Pasar Tradisional Upah akan diupayakan anggaran dari Kementrian Perindustrian.

“Pasar Tradisional tersebut sangat cocok di lahan relokasi ini selain tidak terlalu jauh dengan pasar yang ada sekarang juga berada di jalan utama menuju Sungai Yu  dan lokasinya  juga berada di persimpangan jalan elak upah sehingga banyak alternatif jalur ketika warga berbelanja ke Pasar Upah ini,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil ketika itu (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita