oleh

Pedagang Taman RTH Tribun, ‘Geruduk’ Kantor Bupati Aceh Tamiang

Pedagang Taman RTH Tribun, ‘Geruduk’ Kantor Bupati Aceh Tamiang

“Terkait pedagang RTH, pihak Legislatif sudah menyurati pihak Esekutif untuk mencari solusi terkait para pedagang RTH dan telah dijadwalkan pertemuan pada 29 Juni 2020,” Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang M. Irwan, SP

LAPORAN : ERWAN

TAMIANGSATU.COM | ACEH TAMIANG — Sejumlah pedagang Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) samping Tribun Kantor Bupati Aceh Tamiang, ‘Geruduk’ Kantor Bupati setempat, Jumat (26/6/2020) sekira pukul  10.00 WIB

Dari video berdurasi 12.34 menit yang diterima Tamiangsatu.com, terlihat dan terdengar jelas sejumlah pedagang tersebut sedang mencari Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Basyaruddin.

“Sekda mana, Sekda mana,” sebut seorang perempuan berbaju  merah yang secara terus menerus mencari Sekda.

Dari video tersebut terlihat suasana kian ricuh dan memanas seiring terus menerus mencari Sekda serta ruangannya.

Kemudian terdengar suara jelas untuk  Petugas Satpol PP yang terucap kalau Satpol PP bekerja tidak punya hati nurani dalam melakukan penertiban

“Satpol tidak punya hati nurani, mereka turun dari mobil langsung angkat barang dan meminjak – minyak barang kami,” ucap dalam rekaman tersebut.

Kemudian terdengar suara dari perempuan berbaju merah, “Barang kami diangkat semua. Satpol PP tidak bisa menghargai kami, padahal kami mengikuti saran dari hasil pertemuan dengan Komisi I DPRK Aceh Tamiang dengan pihak Satpol PP,” sebutnya.

Kemudian dalam rekaman tersebut, datang Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Aceh Tamiang, Rafie serta Kadis Satpol PP/WH Aceh Tamiang, Asmai dan suasana makin memanas.

Suasana mulai rendam setelah kedatangan Datok Penghulu Kampung Bundar  Kecamatan Karang Baru, Al Mandar yang terlihat mendinginkan suasana.

“Mereka ini warga saya, mereka ingin mencari keadilan. Semua harap jangan melakukan tindakan anarkis. Petugas Satpol PP, Pak Polisi  ataupun Pak Tentara, jangan sangsi ini warga saya. Saya jamin warga saya tidak tidak akan berbuat anarkis” ucap Al Mandar dalam video tersebut.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang M. Irwan, SP kepada Tamiangsatu.com, Sabtu (27/6/2020) di Karang Baru mengatakan para pedagang tersebut melakukan demo ke kantor bupati terkait dengan diangkatnya peralatan dagang mereka oleh pihak Satpol PP.

“Iya mereka melakukan demo ke kantor bupati, karena peralatan dagangan mereka diangkat oleh Satpol PP,” sebut M. Irwan 

Menurut M. Irwan, sesuai dengan pertemuan pihak Komisi I DPRK Aceh Tamiang dengan Satpol PP, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian, DLH sudah disepakati para pedagang dibenarkan berdagang dikawasan RTH.

” Pedagang boleh berdagang dikawasan RTH dengan ketentuan pedagang tidak boleh meletakkan dagangan ke dalam RTH tapi harus dipinggir jalan semua,” sebut Irwan

Kemudian sambung M. Irwan, semua dagangan mereka seperti kursi, meja serta peralatan dagang lainnya tidak  boleh menginap di Kawasan RTH. ” Semua kesepakatan sudah dijalan para pedagang,” tegas M. Irwan.

Belum ada satu bulan, sambung Irwan Satpol keluarkan surat lagi tentang pemindahan pedagang RTH ke lokasi GOR.

Terkait pemindahan tersebut sambung M. Irwan perwakilan pedagang datang menjumpai pimpinan DPRK Aceh Tamiang guna mengadu perihal mereka yang akan direlokasi ke stadion tepatnya di lapangan samping GOR.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak Legislatif menyurati pihak Eksekutif untuk mencari solusi dengan cara memfasilitasi para pedagang untuk duduk dengan Bupati atau perwakilannya pada Senin 29 Juni 2020.

“Pihak Legislatif sudah menyurati pihak Esekutif untuk mencari solusi terkait para pedagang RTH dan telah menjadwalkan pertemuan tersebut pada 29 Juni 2020 tepatnya pukul 14.00 WIB,” jelas M. Irwan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index Berita