by

Pemkab Aceh Pasang Sejumlah Spanduk, Hati – hati Terjebak Dosa Riba

Pemkab Aceh Pasang Sejumlah Spanduk, Hati – hati Terjebak Dosa Riba

Dari Jabir dia Berkata,” Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi – saksinya. “Dia berkata, ” Mereka Semua Sama” (HR. Muslim)

LAPORAN : ERWAN

TAMIANGSATU.COM | ACEH TAMIANG — Maraknya Rentenir Berkedok Koperasi atau yang lebih dikenal Bank Keliling, Pemkab Aceh Tamiang sebar sejumlah Spanduk bertuliskan ‘Hati – hati Terjebak Dosa Riba’ yang terpasang di Halaman Kantor Camat Dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Pantauan Tamiangsatu.com dibeberapa Kantor Camat, salah satu Kantor Camat Karang Baru. Disamping bertuliskan ‘Hati – hati Terjebak Dosa Riba’  spanduk itu juga bertuliskan Na’uudzu Billahi Min Dzaalik.“Rentenir Sama Dengan Riba, Dosa Riba Sama Dengan Berzina Dengan Ibu Kandung” sebut dalam Spanduk tersebut.

Kemudian juga menyebutkan Hadist Riyawat Muslim yang menyebutkan “Dari Jabir dia Berkata,” Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi – saksinya. “Dia berkata, ” Mereka Semua Sama” (HR. Muslim).

Sementara itu Camat Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery, SSTP. MSP kepada Tamiangsatu.com, Selasa (15/7/2020) diruang mengatakan pemasangan spanduk tersebut merupakan Program Bupati Aceh Tamiang dalam rangka memberantas para ‘Rentenir Berkedok Koperasi’ yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Selain pemasaran Spanduk ‘Hati – hati Terjebak Dosa Riba’,  Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Karang Baru, bersama para Datok Penghulu melakukan penandatanganan secara bersama – sama untuk memberantas ‘Rentenir Berkedok Koperasi’, ” jelas Iman Suhery.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Camat Banda Mulia, Muhammad Farij, SSTP, MSP pemasangan spanduk tersebut merupakan Program Bupati Aceh Tamiang dalam rangka memberantas para ‘Rentenir Berkedok Koperasi’ yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Spanduk itu merupakan sosialisasi akan bahayanya renternir- riba. Sehinggga bagi masyarakat yang membaca spanduk tersebut dapat meneruskan apa yang dibacanya dari spanduk sehingga dapat  membuka pola pikir dan mengingatkan masyarakat kembali akan bahaya  rentenir dan riba” sebut Muhammad Farij.

Sementara beberapa minggu lalu Bupati Aceh Tamiang mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor 450/3343 tertanggal 7 Juli 2020 ditandatangani oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH. M.Kn dan ditujukan kepada Para Dai Kecamatan dan Dai Perbatasan serta Tok Imam dan Khatib Mesjid Dalam Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang untuk dapat mengsosialisasikan Bahaya Riba/ Rentenir.

Bupati dalam surat edaran tersebut menyebutkan menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi lanjutan terkait upaya pencegahan Rentenir di Kabupaten Aceh Tamiang yang akhir – akhir ini telah menimbulkan keresahan dalam masyarakat maka perlu di antisipasi terhadap bahaya Riba dan Rentenir.

Kemudian poin ke dua dalam surat tersebut menyebutkan diminta kepada pihak yang tertuju dalam surat tersebut agar melakukan sosialisasi Bahaya Riba dan Rentenir kepada masyarakat melalui Mimbar Jum’at dan Perwiritan serta Majelis Pengajian yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Rizal kepada Tamiangsatu.com mengatakan mendukung secara penuh Surat Edaran Bupati Aceh Tamiang dan akan mengawal surat edaran tersebut untuk dijalan oleh para Dai Kecamatan dan Dai Perbatasan serta Tok Imam dan Khatib Mesjid.

“Kita minta kepada Para Da’i Kecamatan, Da’i Perbatasan, Tok Imam serta Khatib Mesjid agar segera mengsosialisasikan Bahaya Riba dan Rentenir dalam wilayahnya masing  – masing,” sebut Syamsul Rizal mengakhiri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita