by

Potensi Pencemaran Air Sungai dari Limbah Peternakan

Oleh : Al ramzi,S.T.
Kasie Kerusakan Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang

TAMIANGSATU.COM–Tingginya permintaan ayam untuk mencukupi kebutuhan protein dan olahan lainya membuat peluang usaha dibidang peternakan ini banyak dilirik oleh pembudidaya. Besarnya peluang usaha membuat masifnya pembangunan kandang ayam, sayangnya hal ini ternyata tidak diimbangi dengan regulasi di tingkat daerah, ketiadaannya Kawasan Usaha Perternakan (KUNAK) kurangnya kesadaran peternak untuk mengurus izin usaha serta lemahnya pengawasan dalam penerapan SOP perternakan dengan pengelolaan lingkungan yang baik, serta ditambah lagi mudahnya pihak perusahaan memberi pasokan bibit ayam, mengakibatkan terjadi pencemaran lingkungan yang membuat keresahan di masyarakat.

Hal ini disinyalir menjadi faktor-faktor yang turut menyebabkan timbulnya usaha peternakan yang cenderung dilakukan berdekatan atau di dalam kawasan permukiman penduduk, akibatnya banyak keluhan akibat dari polusi yang berujung penolakan oleh masyarakat. Kecenderungan yang lain adalah dikarenakan budidaya ayam yang dilakukan di badan sungai atau di lahan tambak yang limbahnya langsung terbuang tanpa di proses terlebih dahulu.

foto limbah Peternakan ayam yg di buang ke alur yg mengalir ke sungai (dok.pribadi)

Seperti yang diketahui air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu sumber air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya adalah sungai. Sungai merupakan ekosistem yang sangat penting bagi manusia. Sungai juga menyediakan air bagi manusia baik untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, industri maupun domestik (Ali dkk.,2013).

Adanya perternakan ayam di badan sungai sangatlah mengganggu ekosistem sungai, limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan ayam terutama berupa kotoran ayam (feses), bau yang kurang sedap dan air buangan, dimana air buangan berasal dari cucian tempat pakan dan minum ayam, penyemprotan disinfektan kandang dan pencucian kandang yang terkadang menggunakan deterjen bisa membahayakan kehidupan organisme di perairan karena menyebabkan suplai oksigen dari udara sangat lambat akibat busanya yang menutupi permukaan air (Connel dan Miller,1995).

Kotoran ayam terdiri dari sisa pakan dan serat selulosa yang tidak tercerna, karena kotoran ayam mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan senyawa organik lainnya. Protein pada kotoran ayam merupakan sumber nitrogen selain ada pula bentuk nitrogen inorganik lainnya (Rachmawati, 2000). Penambahan bahan buangan dalam jumlah besar dan terjadi secara terus menerus akan mengakibatkan dekomposisi oleh mikroorganisme, jika kondisi ini terjadi disungai maka sungai tidak mampu lagi melakukan pemulihan dan pada akhirnya terjadilah gangguan keseimbangan konsentrasi faktor kimia, fisika dan biologi dalam sungai. Contoh, jika salah satu parameter seperti kadar NO3 (Nitrat) yang tinggi dapat menyebabkan kualitas air menurun shingga menurunkan oksigen terlarut dalam air yang dapat menurunkan populasi ikan dan udang. Kadar NO2 (Nitrit) beracun pada udang dan ikan akan mengoksidasi Fe2+ di dalam hemoglobin. Dalam bentuk ini kemampuan darah untuk mengikat oksigen sangat merosot. Mekanisme toksisitas dari nitrit adalah pengaruhnya terhadap transport oksigen dalam darah dan kerusakan jaringan (Tancung,2007). Belum lagi kadar Amonium, pH, TDS, TSS, DO, BOD5, COD.

Menurut Pasal 1 angka 1 Undang Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kelangsungan perikehidupan dapat terjadi apabila  daya dukung lingkungan hidup dan daya tampung lingkungan hidup harus seimbang serta pencegahan untuk terjadinya pencemaran air sungai perlu dilakukan sebagai usaha pengendalian agar sungai tetap memiliki kemampuan untuk mereduksi dan membersihkan bahan pencemar yang masuk kedalamnya. Mari jaga lingkungan jangan rusak alam kita agar suhu dunia tidak meningkat 20 lebih hangat demi kehidupan yang lebih baik.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *