by

Tepat Pukul 8.00 WIB Besok, Keluar Masuk Aceh Harus Ada Dua Surat

Tepat Pukul 8.00 WIB Besok, Keluar Masuk Aceh Harus Ada Dua Surat

LAPORAN : ERWAN

TAMIANGSATU.COM | ACEH TAMIANG — Mulai besok tepatnya Pukul 8.00 WIB Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, memberlakukan pemeriksaan secara ketat kepada masyarakat yang keluar masuk Aceh. 

Pemeriksaan secara ketat pada hari Kamis (13/8/2020) tepat pukul 08.00 WIB akan melibatkan TNI dan Polri.

“Semua yang keluar masuk Aceh akan kita periksa secara ketat. Baik itu mengunakan angkutan umum, mobil pribadi, ataupun roda dua bahkan bagi orang yang berjalanpun kita akan periksa,” tegas oleh Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri SP didampingi Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan SIK dalam Konferensi Pernya di Workshop BPBD Aceh Tamiang, Rabu, (12/8/2020).

Menurut Sahri pemeriksaan secara ketat tersebut akan dilakukan di Pos Chek Point tepatnya di Jembatan Timbang Seumadam dalam menyahuti surat perintah Gubernur Aceh nomor: 440/10863 tertanggal 4 Agustus 2020 lalu perihal empat Kabupaten/Kota yang berada di perbatasan Aceh agar memperketat penjagaan perbatasan Aceh guna menekan penyebaran virus corona di tanah rencong.

“Bagi masyarakat yang masuk dan keluar Aceh harus ada dua surat, masing – masing surat jalan dari Datok Penghulu dan Surat Kesehatan dari intasi yang berwenang,” sebut Sahri.

Bahkan menurut Sahri bagi rombongan yang akan melakukan kegiatan keluar daerah harus mempunyai surat keterangan dari Datok Penghulu. ” Kalau ada rombongan yang akan mengantar manten harus dapat mengurus surat dari Datok Penghulu,” tegas Sahri.

Pada kesempatan tersebut Komandan Kodim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita memastikan jajarannya mendukung penuh peningkatan pemeriksaan di posko perbatasan Aceh Tamiang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Bahkan secara tegas, Yusuf memastikan telah menginstruksikan seluruh Koramil yang wilayahnya memiliki perairan ikut meningkatkan pengawasan.

“Sudah saya sampaikan ke jajaran bawah, termasuk Kodim di Sumatera Utara melalui Kodam I/BB untuk mengawasi perairan yang kemungkinan menjadi pintu masuk,” kata YusufDiketahui ada empat kecamatan di Aceh Tamiang yang memiliki garis pantai dan terhubung langsung dengan beberapa negara.

Seluruh Koramil di empat kecamatan itu dimintanya melakukan patroli agar tidak terjadi gelombang masuk manusia secara ilegal.

Yusuf sepakat kalau penanganan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tugas seluruh masyarakat, termasu TNI/Polri.Sebagai bentuk dukungan memerangi Covid-19, Kodim 0117/Atam dalam waktu dekat akan menayangkan video tentang protokol kesehatan dan perkembangan Covid-19.

“Ini sebagai sosialisasi dan edukasi, supaya pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat sampai,” ujarnya
Sementara itu, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan SIK menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap pimpinan angkutan umum untuk dapat menerapkan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,  sehingga bisa melanjutkan perjalanannya untuk masuk ke Aceh.

Kita juga akan melakukan sosialisasi secara masif, sesuai instruksi Bupati Aceh Tamiang terhahap seluruh stakeholder dan pimpinan perusahaan untuk menggunakan masker dan melakukan sosialisasi menggunakan toa(pengeras suara) di pusat keramaian.

Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan jajarannya baik Polsek maupun bhabinkamtibmas yang berada di Kampung (Desa-red) untuk melakukan pengawasan secara ketat.

“Penerapan awal menurutnya harus dilakukan dengan mewajibkan penggunaan masker dan patuhi protokol kesehatan. Semua harus dimulai dari intansi – intansi pemerintahan, kita harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tegas Ari.

Selain itu kata Ari langkah yang akan diambil nantinya untuk mengedukasi masyarakat dengan membuat Toa Informasi di pusat-pusat keramaian dengan tujuan agar masyarakat mengetahui Informasi Covid-19 secara global, nasional dan lokal.

“Penjagaan dan pemeriksaan secara ketat ini, akan dibagi secara berkala dengan tiga tim,” tegas Ari.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita