by

Ternyata Sudah 2 Bulan Dana Insentif Covid di Kas Daerah, Baru Delapan Puskesmas Cair

Ternyata Sudah 2 Bulan Dana Insentif Covid  di Kas Daerah,  Baru Delapan Puskesmas Cair

TAMIANGSATU.COM [  KARANG BARU  – Dana Insentif penanganan Covid-19 yang diperuntukkan untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang sudah masuk ke kas daerah selama dua bulan namun sampai saat ini baru delapan Pukesmas yang baru mengamprah pencairan dana insentif jatah medis yang tangani kasus Covid-19 itu.

Sementara tujuh Pukesmas lagi belum mencairkan amprahan, padahal tenaga kesehatan yang mendapat jatah insentif Covid-19 di Aceh Tamiang hanya 70 orang,  mereka tersebar di sejumlah Pukesmas  yang ada di  kabupaten ini.

Kabid Perbendaharaan DPPKA Aceh Tamiang, Tri Eka Indra Bakti kepada tamiangsatu.com, Selasa (22/9/2020) mengatakan, sampai saat insentif penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan yang baru masuk ke kas daerah baru insentif untuk Dinas Kesehatan sedangkan untuk RSUD Aceh Tamiang sampai saat ini belum ada.

Insentif Covid-19 dari Menkes yang masuk baru untuk Dinas Kesehatan dan sudah dua bulan lalu,” ujarnya.

Terkait lambatnya pencairan dan insentif Covid-19 untuk tenaga kesehatan ini, menurut Indra, tergantung permintaan dinas, jika diajukan pencairan pasti kita cairkan, mungkin mereka belum siap adminitrasi makanya belum diajukan.

Persoalan Administrasi

Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis mengatakan, jumlah  tenaga medis yang menerima insentif Covid-19 di Dinkes Aceh Tamiang sebanyak 70 orang, mereka tersebar di 15 Puskesmas.

“Total insentif untuk 70 tenaga medis ini selama setahun sebesar Rp 1,5 miliar lebih sedangkan yang baru di transper pemerintah pusat sekitar Rp 900 juta,” ujarnya.

Dari jumlah Rp 900 juta baru delapan Puskesmas yang sudah cair dana insentifnya sedangkan tujuh Pukesmas lagi sedang dalam pengajuan.

Mengenai lamanya pencairan dana insentif penanganan Covid-19 jatah tenaga kesehatan ini sampai dua bulan belum kelar, menurut Azis, persoalan administrasi di Pukesmas yang belum tuntas.

“Namanya pencairan uang perlu disiapkan macam – macam laporan, mungkin ini yang belum tuntas termasuk teknis di Pukesmas sendiri karena tidak semua tenaga medis berkecimpung di garis depan penanganan Covid-19 sehingga lambat pengajuan pencairan dana insentif tapi untuk tujuh Pukesmas hari ini semua laporan tersebut tuntas,” pungkas Ibnu Azis.

Angin Segar

Seorang tenaga kesehatan yang ikut terlibat dalam penanganan Covid-19 di salah satu Pukesmas mengaku sampai saat ini belum menerima insentif penanganan Covid-19 ini padahal dirinya membutuhkan uang insentif tersebut untuk menutupi kebutuhan sehari-hari terlebih dia sebagai tenaga honorer.

“Kita dengar tentang uang insentif Covid-19 ini tapi baru angin segar saja,” ujarnya.

Dengan kondisi hari ini, orang berfikir tenaga kesehatan banyak dapat uang di tengah  pandemi Covid-19 ini. “Kita di bully dapat uang inilah, uang itulah sehingga bantuan lain pun tidak dapat, padahal apapun belum kita terima, baru “angin gunung” saja,” ujar tenaga honorer ini bertamsil. (*).       

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita