by

Video Viral Menyatakan Covid-19 Tidak Ada, Disanggah Satgas

-Nasional-49 views

TAMIANGSATU.COM – Kepanikan akan pesatnya penyebaran pandemi virus corana atau Covid-19 membuat semua orang ingin tahu sampai kapan berakhirnya tragedi ini agar dapat hidup normal menjalankan aktifitas seperti biasa.

Virus tak kasat mata yang sulit di gambarkan pada dunia realitas baik wujud dan penyebarannya ini, sering sekali beritanya disebar tanpa adanya landasan pemahaman yang cukup dan belum tentu kebenaran narasinya sehingga bisa menimbulkan makna keliru pada publik terkait pandemi.

Hal ini merupakan berita misinformasi yang mana misinformasi berarti kesalahan informasi disebabkan orang yang menyebarkannya percaya bahwa informasi itu benar. Penyebaran informasi yang dilakukan tidak bertendensi untuk membahayakan orang lain, namun bisa menimbulkan keresahan bagi orang-orang yang meyakininya.

Dalam sebuah video viral, sekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Dokter Dunia mengklaim bahwa COVID-19 sebenarnya tidak ada. Mereka menyamakan COVID-19 dengan flu biasa dan menganggap tes PCR tidak akurat.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan klaim yang disampaikan dalam video viral tersebut adalah misinformasi.

“Konten informasi dalam video ini dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan COVID-19 dengan influenza,” kata Prof Wiku saat dihubungi detikcom, Senin (27/10/2020).

“Kita tahu penyebab, dinamika transimisi dan akibat dari keduanya pun berbeda,” tegas Prof Wiku.

Dokter jantung yang juga relawan COVID-19, dr Vito A Damay, SpJP(K) juga mempertanyakan klaim Aliansi Dokter Dunia bahwa tes PCR (polymerase chain reaction) tidak akurat. Terlepas dari akurasi tes, penyakit ini menurut dr Vito telah memicu berbagai komplikasi pada pasien.

“Pertanyaannya tugas mereka selama ini di mana sebagai dokter. Masa sih nggak tahu kalau virus ini bikin pneumonia,” kata dr Vito.

“Bagaimana menjelaskan timbulnya penyakit pneumonia dengan gambaran GGO (ground glass opacity) pada pasien pasien yang terkonfirmasi COVID-19? Kalau belum bisa dijelaskan, artinya ya kita tetap harus waspada,” tegas dr Vito.

Maraknya hoax dan misinformasi seperti disampaikan Aliansi Dokter Dunia dikhawatirkan berpengaruh pada respons individu dalam menyikapi pandemi. Di antaranya jadi tidak patuh lagi pada protokol pencegahan, serta tidak percaya pada vaksin maupun guideline pengobatan medis yang berlaku.

“Masyarakat harus didorong untuk mengevaluasi kredibilitas informasi serta merujuk informasi tentang COVID-19 kepada lembaga yang dapat dipercaya seperti WHO, PBB, CDC,” pesan Prof Wiku.

“Di Indonesia tentunya sumber terpercaya diperoleh dari Kemenkes dan Satgas COVID-19,” tegasnya.

Sumber detik.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *